iklan dari google

Ibu Rumah Tangga Berhasil Berangkat Umroh Hanya Dengan Uang 1,7juta

Kutip Kesaksian :: Ibu Rumah Tangga dengan mimipi besarnya sangat berkeinginan berangkat menunaikan ibadah umroh bersama keluarga kecilnya akan tetapi karena ada kendala biaya mimpi besar itu susah untuk terwujud, hari demi hari dia berdo'a agar dipermudah mencapai mimpinya beribadah umroh bersama keluarga.... tak lama kemudian mimpinya terwujud hanya dengan menyisahkan uang belanja sebanyak 1,7 juta dan mengikuti program cara cepat umroh di www.wisataumrah.com , Alhamdulillah semoga bisa menjadi inspirasi dan solusi terima kasih WisataUmrAh.com

Rabu, 06 Mei 2015

PENUTUP

        Tidak diragukan lagi bahwa haji adalah sebuah kewajiban terbesar dalam ajaran Islam. Setiap muslim yang beriman tentu sangat merindukan untuk menghadapkan diri kepada Allah Swt. sebagai wujud kehambaan diri mereka. Mereka yang beriman, tentu juga sangat menginginkan dapat berangkat ke tanah suci, Makkah, untuk melaksanakan ibadah haji atau sekadar melaksanakan umrah.

        Apabila di antara kita mendapat berkah dan diizinkan oleh Allah Swt. memenuhi panggilan-Nya untuk melaksanakan ibadah haji, maka sempurnalah keislaman kita. Sebuah kebahagiaan yang besar bagi seorang muslim ketika dirinya sanggup menyempurnakan rukun Islam tersebut. Sehingga, dengan demikian, tingkat keimanan dan ketakwaannya pun harus terus menigkat, serta harus bisa merasakan kedekatan yang sangat dekat dengan Tuhan alam semesta.

        Setiap manusia memiliki jalan dan garis nasibnya masing-masing. Setiap manusia juga memiliki kemauan dan keinginan yang tersamai di dalam diri mereka. Keinginan-keinginan itu akan berbuah menjadi kenyataan apabila ditopang dengan kekuatan usaha dan doa. Penulis meyakini bahwa setiap kita telah menjalaninya dengan penuh rasa syukur. Setiap kita juga melaksanakan ibadah haji maupun umrah, dan semua itu menjadi rahasia-Nya.

        Sungguh, menjadi kenikmatan yang luar biasa jika kita mampu melaksanakan ibadah haji atau umrah, dan kenikmatan itu tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata. Telah banyak orang yang menunaikan ibadah tersebut, dan kita perlu banyak pendengar untuk mengetahui semua kenikmatan yang telah dirasakan oleh mereka. Bahkan, setelah tiba di kampung halaman, mereka masih merasakan betapa keagungan Allah Swt. membuai mereka untuk selalu mendekatkan diri kepada-Nya, dan ini merupakan salah satu dari nikmatnya beribadah haji.

        Orang yang melaksanakan ibadah haji atau umrah, lalu ibadah mereka diterima (mabur) di sisi Allah Swt., maka balasan yang besar pasti akan didapatkan oleh mereka. Untuk mendapatkan predikat haji yang mabrur kita harus melakukan ibadah haji secara sempurna dan lillahi ta'ala. Selain itu, berbagai fenomena kemanuasiaan, terutama factor spokologis seseorang, sering kali menjadi pemicu lancar atau tidaknya ibadah haji dan umrah yang idlaksanakan. Suasana hati yang nyaman dan jiwa yang tenang jiga menjadi bagian yang dapat men-support tercapainya haji yang mabrur.

        Maka, berbahagialah bagi orang yang telah menunaikan ibadah haji, apalagi hajinya mabrur, karena banyak kasus yang terjadi tentang ditolaknya ibadah haji seseorang karena tidak sungguh-sungguh dalam melaksanakannya, sehingga ibadah tersebut menjadi formalitas belaka. Setelah kembali dari melaksanakan haji, mereka tidak menjadi lebih baik dari hari-hari sebelumnya.
Ibadah haji diperintahkan oleh Allah Swt., paling tidak, agar kita menjadi orang yang benar-benar berubah menjadi lebih baik, beriman, bertakwa, serta dapat mengambil hikmah yang terdapat di dalamnya. Dan, insya Allah hikmah tersebut dapat membuat kita menjadi orang yang lebih tawadhu dari hari sebelumnya.

        Seseorang yang keimanannya semakin meningkat, perbuatan atau amal shalih bertambah mantap, serta memiliki jiwa sosial yang lebih baik dari hari sebelumnya, menjadi representasi sekaligus refleksi dari ibadah haji yang mabrur.

        Ya Allah! Berikanlah berkah dan hidayah-Mu, serta limpahkanlah segala kemudahan bagi kami serta keluarga-keluarga kami agar dapat menempuh panggilan-Mu berziarah ke tanah suci, Makkah. Amin…!

TUNTUNAN PRAKTIS HAJI DAN UMRAH

        
8.       Tips Saat Thawaf Qudum

        Thawaf qudum (selamat datang) dilakukan tak lama sesudah jamaah tiba di Makkah. Karena masih lelah setelah perjalanan, dan banyak jamaah belum mengenali lokasi, akibatnya banyak yang tersesat. Maka, usahakan membuat kelompok kecil dan jangan sampai terpisah.

9.       Tips Agar Tak Terserat

a.       Hafalkan lokasi pondokan.

b.      Simpanlah nomor telepon atau alamat pondokan, dan dibawa saat meninggalkan pondokan.

c.       Berangkat bersama rombongan.

d.      Bila terpisah dari rombongan, ikut rombongan jamaah Indonesia lainnya.

e.      Cari petugas haji.

f.        Bawa tanda pengenal.

g.       Jamaah yang berusia senja (lansia) lebih baik didampingi oleh yang lebih muda.

10.       Tips Masuk Masjid Agar Tak Tersesat

a.       Datang ke masjid minimal setengah jam sebelum waktu shalat.

b.      Ingat nomor atau nama pintu masuk, kenali seperlunya.

c.       Bawa kantong kain untuk menyimpan alas kaki, payung, dan sebagainya, serta bisa dibawa saat shalat.

d.      Sebelum masuk masjid, buat janji tentang tempat bertemu jika ingin pulang bersama.

e.      Jangan lupa juga, tentukan jam bertemu kembali.

f.        Tempat berkumpul bisa dipasang bendera rombongan yang tinggi agar mudah dilihat dari kejauhan.

g.       Membuat identitas unik rombongan, bisa berupa selempang, slayer, atau pita di jilbab.

11.       Tips Mencium Hajar Aswad

a.       Ambil saat kondisi sekitar Ka'bah tidak terlalu padat.

b.      Pastikan fisik dalam keadaan kuat.

c.       Jangan bawa barang berharga.

d.      Pastikan cara berpakaian ihram benar dan kuat.

e.      Jangan gunakan joki.

f.        Tidak berlama-lama.

g.       Hindari menyakiti sesama jamaah.

12.       Tips Thawaf dan Sa'i

a.       Hafalkan doa-doa singkat, jangan disibukkan dengan catatan.

b.      Berangkat dalam rombongan.

c.       Makan sebelum berangkat.

d.      Buat kelompok kecil.

e.      Sepakati lokasi pertemuan.

f.        Hindari waktu yang padat.

g.       Pindah ke lantai dua atau tiga jika padat.

13.       Tips Menyimpan Uang

a.       Tukarkan dengan uang recehan atau pecahan.

b.      Jangan letakkan uang di satu tempat.

c.       Jangan buka dompet di tempat umum.

d.      Titipkan di safety box jika dalam jumlah banyak.

e.      Bawalah uang secukupnya bila hendak pergi ke masjid.

14.       Tips di Pondokan

a.       Mandi 2 atau 3 jam sebelum waktu shalat.

b.      Jangan naik lift sendirian.

c.       Simpan barang di tempat yang aman.

d.      Matikan peralatan listrik jika hendak pergi.

e.      Kenali lokasi pondokan dari jarak jauh maupun dekat.

f.        Buat denah pondokan.

15.       Tips Kebugaran Saat Ibadah Haji

a.       Makan makanan yang mengandung gizi seimbang, banyak serat dan tak banyak mengandung lemak.

b.      Istirahat yang cukup. Para calon haji, kalau sudah berada di Masjidil Haram, inginnya terus-menerus melakukan ibadah tanpa memikirkan istirahat. Hal ini bisa menyebabkan jamaah haji jatuh sakit.

c.       Olahraga ringan setiap pagi.

16.       Tips Shalat di Masjid Nawawi

a.       Gunakan pakaian hangat ketika berangkat.

b.      Datang setelah pukul 03.00 (pukul 03.00 masjid baru dibuka).

c.       Hindari shalat di perlataran masjid.

d.      Ingat nomor rak sandal.

17.   Tips Nyaman Beribadah

a.       Jangan tergantung pada pembimbing.

b.      Mantapkan tata cara berhaji.

c.       Hafalkan doa-doa.

d.      Buat kelompok kecil.

TUNTUNAN PRAKTIS HAJI DAN UMRAH

B. Tips Selama Pelaksanaan Haji

        Tips ini sangat berguna bagi siapa pun yang hendak melaksanakan ibadah haji. Sebagaiamana disebutkan dalam fiqhislam.com, ada beberapa tips yang bisa kita lakukan selama pelaksanaan ibadah haji. Berikut beberapa tips tersebut.

1.       Tips Bugar saat Ibadah

a.       Latihan jalan sebelum berangkat. Jika mampu, lakukan minimal 7 km satu minggu sekali.

b.      Kurangi kegiatan yang tak penting.

c.       Istirahat atau tidur secukupnya.

d.      Mengonsumsi makanan yang bergizi secara teratur.

e.      Membawa obat-obatan yang biasa dipakai di rumah.

2.       Tips Menghindari Sakit Batuk

a.       Persiapkan pakaian hangat.

b.      Gunakan penghangat leher.

c.       Bawa obat-obatan yang biasa dipakai di rumah.

d.      Jangan minum yang dingin-dingin.

3.       Tips Menghindari Influenza

a.       Imunisasi.

b.      Pelihara kebersihan.

c.       Istirahat yang cukup.

d.      Mengonsumsi buah-buahan dan sayur.

e.      Gunakan masker.

4.       Tips Menahan Dingin

a.       Siapkan pakaian yang hangat.

b.      Gunakan baju hanoman.

c.       Pakailah krim pelembab.

d.      Sering-seringlah minum.

e.      Perbanyak makan buah.

5.       Tips Perlengkapan yang Harus Dibawa

a.       Alas kaki.

b.      Kantong kain untuk menyimpan alas kaki, payung, dan lain sebagainya.

c.       Kantong kain untuk membawa batu kerikil saat lempar jumrah.

d.      Semprotan air.

e.      Kaca mata hitam dengan tali pengikat di leher.

f.        Masker.

g.       Handuk kecil.

h.      Topi.

i.         Tas ransel.

j.        Peniti.

k.       Alat tulis.

l.         Kamera digital.

m.    Krim pelembab.

6.       Tips Membawa Barang

a.       Barang bawaan maksimal 35 kg.

b.      Barang yang dipakai di perjalanan dimasukkan ke dalam tas.

c.       Jangan membawa barang-barang yang terlarang.

d.      Ikat koper dengan rapi.

e.      Tandai koper dengan tanda tertentu.

7.       Tips Terhindar Dari Copet
                Kawasan sekitar Masjidil Haram, ada titik rawan yang harus diwaspadai para jamaah karena rawan kecopetan, yaitu:

a.       Daerah sekitar pelataran masjid,

b.      Seputaran Ka'bah, dan

c.       Tempat tahallul (Marwa).

TUNTUNAN PRAKTIS HAJI DAN UMRAH


22Jika kita telah melempar jumrah aqabah dan bercukur, berarti kita telah bertahallul awal. Karenanya, diperbolehkan bagi kita untuk melakukan hal-hal yang sebelumnya menjadi larangan saat melakukan ihram, kecuali satu perkara, yaitu bersetubuh dengan istri.

23.       Gunakanlah wewangian, kemudian berangkatlah ke kota Makkah untuk melakukan thawaf ifadhah atau thawaf haji dan sa'i. Apabila kita telah melakukan thawaf ifadah, berarti kita telah bertahallul untuk yang kedua. Dalam hal ini, kita diperbolehkan kembali bagi kita yang berkaitan dengan seluruh mahzhuratil ihram. Thawaf ifadhah boleh dilakukan pada saat-saat terakhir sekaligus dijadikan sebagai thawaf wada' yang dilakukan ketika hendak meninggalkan kota suci, Makkah.

24.       Setelah thawaf ifadhah, yakni pada tanggal 10 Dzulhijjah, maka kembalilah ke Mina untuk menginap atau mabit di sana selama tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Sementara, menginap di mina diperbolehkan lebih dari satu malam, tetapi dalam lain hal hanya dua malam saja.

25.       Selama mabit di Mina, lakukanlah tiga jumrah, yaitu sughra, wustha, dan aqabah. Melempar jumrah pada waktu tersebut dimulai setelah matahari tergelincir hingga waktu beranjak menjadi malam. Adapun cara-caranya adalah menyediakan 21 butir batu atau kerikil. Kemudian, pergilah ke jumrah sughra, dan lemparkanlah 7 butir batu kerikil seraya bertakbir tiap kali melakukan lemparan. Pastikan lemparan tersebut mengenai sasaran. Apabila tidak mengenainya, maka kita harus mengulangi lagi. Setelah itu, majulah sedikit ke arah kanan, lalu berdirilah menghadap kiblat dan angkatlah kedua tangan, serta berdoa kepada Allah Swt. atas segala sesuatu yang kita inginkan. Kemudian, pergilah menuju jumrah wustha. Setiba di jumrah sughra. Setelah itu, maju lagi sedikit menuju ke arah kiri, kemudian berdirilah menghadap kiblat, dan angkatlah kedua tangan untuk memohon kepada Allah Swt. atas segala sesuatu yang kita inginkan. Setelah itu, pergilah menuju jumrah aqabah. Setibanya di jumrah aqabah, lakukanlah seperti apa dilakukan di jumrah sughra atau wustha. Setelah semuanya selesai, tiggalkanlah jumrah aqabah tanpa melakukan doa.

26.       Apabila kita ingin mabit di Mina selama dua malam, maka kita harus keluar dari sana sebelum matahari terbenam, tepatnya pada tanggal 12 Dzulhijjah, dan tentu hal ini setelah kita selesai melempar tiga jumrah tersebut. Jika kita masih berada di Mina, sementara matahari telah terbenam, maka kita diwajibkan untuk bermalam lagi, dan harus melempar tiga jumrah lagi pada hari ke-13. Bagi orang yang lemah atau sakit diperkenankan melempar jumrah dengan cara mewakilkannya melalui orang yang ditunjuk. Demikian juga diperkenankan bagi orang yang mewakili melakukan lemparan untuk dirinya sendiri sekaligus untuk orang yang diwakilinya pada waktu dan tempat yang bersamaan.

27.       Dengan selesainya kita dari kegiatan melempar tiga jumrah pada hari-hari tersebut, berarti kita telah selesai pula dari kewajiban bermalam di Mina. Dengan demikian, kita diperkenankan kembali ke hotel atau maktab masing-masing yang ada di kota Makkah, dan ini berarti kita telah pamit dari kota mina.

28.       Terakhir, apabila kita akan meninggalkan kota Makkah, maka kita harus melakukan thawaf wada' dengan mengenakan pakaian seperti biasanya (bukan pakaian ihram). Dalam hal ini, dilakukan tanpa sa'i, kecuali bagi orang yang menjadikan thawaf ifadhah sebagai thawaf wada' maka bersa'i menjadi satu kewajiban. Uraian tersebut merupakan tuntunan manasik haji khusus untuk haji tamattu', yang semuanya didasarkan pada dalil-dalil yang shahih dari Rasulullah Saw.
Kerangan-keterangan tersebut juga tak lepas dari ketetapan para ulama Ahlussunnah wal Jamaah. Dengan demikian, semoga uraian tersebut mampu menjadi motivasi bagi siapa pun yang membacanya untuk menyempurnakan rukun Islam yang kelima. Apabila hidayah Allah Swt. mengiringi kita semua, kita akan diberi kemudahan oleh-Nya untuk meraih predikat haji mabrur yang tiada balasan bagi kita, kecuali mendapatkan surga.

TUNTUNAN PRAKTIS HAJI DAN UMRAH

 
16.       Berangkatlah menuju Mina untuk mabit di sana. Setibanya di sana, laksanakan shalat empat rakaat dengan dua kali salam.

17.       Pada saat matahari terbit, tepatnya pada tanggal 9 Dzulhijjah, maka berangkatlah menuju Arafah. Selama dalam perjalanan menuju Arafah, perbanyaklah berdzikir dan membaca istighfar.

18.       Sesampainya di Arafah, gunakanlah waktu yang dimiliki dengan memperbanyak doa seraya menghadapkan diri ke kiblat. Karena tempat tersebut adalah tempat dan waktu yang mulia, maka angkatlah tangan kita untuk berdzikir dan memohon kepada-Nya. Dan, sebaik-baik bacaan pada hari itu adalah doa:

"Tidak ada yang berhak diibadahi, kecuali Allah yang tiada sekutu bagi-Nya. Hanya milik-Nya segala kerajaan dan pujian. Dan, Dia adalah Dzat Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu". 

        Selain itu, kita juga bisa membaca doa-doa yang kita kehendaki. Lakukanlah amalan-amalan yang mulia tersebut, setidaknya hingga matahari tampak mulai terbenam. Adapun shalat Zhuhur dan Ashar di Arafah, maka keduanya dikerjakan di waktu Zhuhur dengan dua-dua rakaat, serta satu adzan dan dua iqamat.

19.       Ketika matahari terbenam, berangkatlah menuju Mudzalifah dengan pikiran tenang sambil melantunkan bacaan talbiyah. Setibanya di Mudzalifah, kerjakanlah shalat Maghrib dan Isya dengan cara di qashar, serta satu adzan dan dua iqamat. Kemudian, menginap atau bermalam di Mudzalifah hingga waktu shalat Subuh tiba. Setelah melaksanakan shalat Subuh, bacalah doa serta dzikir sebanyak-banyaknya dengan menghadap diri ke arah kiblat, hingga hari tampak mulai terang.

20.       Setelah itu, berangkatlah menuju Mina dengan tanpa memutus bacaan talbiyah. Apabila di tengah perjalanan kita mendapati orang-orang yang lemah atau para wanita, maka diperkenankan bagi kita untuk mendampingi mereka sampai ke Mina. Sementara, untuk melempar jumrah tetap dilakukan setelah terbitnya matahari.

21.       Saat tiba di Mina, maka lakukanlah hal-hal sebagai berikut ini:

a.       Melempar jumrah aqabah dengan 7 kerikil, setiap satu kali lemparan kita mengumandangkan takbir. Selain itu, pastikan juga bahwa tiap lemparan yang kita lakukan harus tepat pada sasarannya.

b.      Menyembelih hewan kurban (hadyu), kemudian makanlah sebagian dagingnya, dan selebihnya shadaqahkan kepada fakir miskin yang ada di sana. Dalam hal ini, apabila kita tidak sanggup menyembelihnya sendiri, diperbolehkan untuk diwakilkan kepada petugas resmi. Sementara, apabila tidak memiliki kemampuan untuk membeli atau menyembelih hewan kurban, hal tersebut bisa diganti dengan puasa wajib selama tiga hari di dalam masa haji, dan tujuh hari setelah pulang dari tanah suci, Makkah.

c.       Terakhir, memotong seluruh rambut kepala secara merata. Dan, yang utama adalah mencukur bulu hingga habis. Dan, khusus bagi wanita, yaitu hanya cukup dengan memotong sepanjang ruas jari dari rambut kepala yang telah disatukan. Ini semua merupakan urutan paling utama dari sekian amalan yang dilakukan pada tanggal 10 Dzulhijjah di Mina. Akan tetapi, diperbolehkan apabila di antara tiga hal tersebut didahulukan antara yang satu atas yang lainnya.

TUNTUNAN PRAKTIS HAJI DAN UMRAH

6.       Berthawaf sebanyak 7 kali putaran. Dimulai dari Hajar Aswad dengan memosisikan diri kita di sebelah kanan Ka'bah sambil membaca kalimat "Bismillahi allahu akbar". Berikut adalah beberapa anjuran saat thawaf.

a.       Dianjurkan berlari-lari kecil pada putaran pertama hingga ketiga pada thawaf kudum.

b.      Dianjurkan tiap kali mengakhiri putaran untuk membaca doa:

"Ya Allah, limpahkanlah kepada kami kebaikan di dunia, dan kebaikan di akhirat, serta jagalah kami dari azab api neraka".

c.       Dianjurkan setiap kali tiba di Hajar Aswad untuk mencium atau memegangnya, lalu mencium tangan yang digunakan untuk memegang tersebut, atau cukup menggunakan kalimat"Allahu akbar" sebanyak dua kali, atau "Bismillahi allahu akbar" sebanyak tiga kali.

d.      Disunnahkan pada setiap kali tiba di Rukun Yamani untuk menyentuh atau mengusap, tanpa dicium dan tanpa bertakbir. Dan, apabila tidak dapat mengusap, tidak disyariatkan untuk mengusapnya.

e.      Sebagai antisipasi terhadap kesalahan atau ragu dalam hitungan putaran thawaf, maka langkah yang paling utama adalah dengan cara mengambil hitungan yang paling sedikit.

7.       Setelah melakukan thawaf, tutuplah kembali pundak kanan dengan pakaian atas. Kemudian, lakukanlah shalat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim. Shalat tersebut tidak terlalu dipersoalkan, walaupun jaraknya agak jauh darinya (Maqam Ibrahim). Dan, apabila kita mengalami kesulitan mendapatkan tempat atau posisi tepat di belakang Maqam Ibrahim, maka kita boleh shalat di bagian mana saja dari Masjidil Haram. Pada rakaat pertama, kita disunnahkan membaca surat al-Faatihah dan al-Kaafiruun. Sedangkan pada rakaat kedua membaca surat al-Faatihah dan surat al-Ikhlash.

8.       Minumlah air zamzam walau seteguk, kemudian siramkanlah sebagian pada bagian kepala kita.

9.       Cium atau peganglah Hajar Aswad bila sangat memungkinkan.

10.       Kemudian, pergilah ke bukit Shafa untuk melakukan sa'i, dan setibanya di Shafa maka bacalah:

"Sesungguhnya, Shafa dan Marwa itu termasuk dari syiar-syiar Allah".

"Aku memulai dengan sesuatu yang dimulai oleh Allah".

11.       Menghadaplah kearah Ka'bah, lalu bacalah doa berikut:

"Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tidak ada yang berhak disembah, kecuali Allah. Tiada sekutu bagi-Nya. Hanyak milik-Nya segala kerajaan dan pujian. Dzat Yang Maha Menghidupkan, Maha Mematikan, serta Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada yang berhak disembah, kecuali Allah semata yang telah menepati janji-Nya memenangkan hamba-Nya, dan menghancurkan orang-orang bala tentara kafir tanpa bantuan siapa pun".

Doa tersebut dibaca sebanyak tiga kali. Setiap selesai satu kali membacanya, disunnahkan untuk memohon kepada Allah Swt. atas segala sesuatu yang diinginkan.

12.       Setelah itu, berangkatlah menuju Marwa. Saat lewat di antara dua tanda hijau, maka langkah kita harus dipercepat lebih dari biasanya. Setibanya di Marwa, kita harus melakukan seperti yang telah dilakukan di Shafa.

13.       Setelah melakukan sa'i, lakukanlah tahallul atau mencukur rambut kepala secara merata. Khusus bagi wanita, memotong sepanjang ruas jari dari rambut yang telah disatukan. Dengan bertahallul semacam ini, maka kita telah menunaikan ibadah umrah dan diperbolehkan bagi kita segala sesuatu dari mahzhuratil ihram.

14.       Pada tanggal 8 Dzulhijjah merupakan babak kedua untuk melanjutkan rangkaian ibadah haji. Dengan demikian, kita harus mandi dan gunakanlah wewangian pada bagian tubuh serta pakaian ihram.

15.   Setelah itu, berniatlah ihram untuk haji dari tempat kita tinggal di Makkah sambil membaca:

"Kusambut panggilan-Mu untuk melakukan ibadah haji".

        Kemudian kumandangkanlah kalimat talbiyah:

"Kusambut panggilan-Mu ya Allah, kusambut panggilan-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu, kusambut panggilan-Mu. Sesungguhnya, segala pujian, nikmat, dan kerajaan hanyalah milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu".

        Dengan masuk ke dalam niat ihram haji ini, berarti kita harus menjaga diri dari segala mahzhuratil ihram sebagaimana terdapat pada point ketiga sebelumnya.

TUNTUNAN PRAKTIS HAJI DAN UMRAH

        6.       Berthawaf sebanyak 7 kali putaran. Dimulai dari Hajar Aswad dengan memosisikan diri kita di sebelah kanan Ka'bah sambil membaca kalimat "Bismillahi allahu akbar". Berikut adalah beberapa anjuran saat thawaf.

a.       Dianjurkan berlari-lari kecil pada putaran pertama hingga ketiga pada thawaf kudum.

b.      Dianjurkan tiap kali mengakhiri putaran untuk membaca doa:

"Ya Allah, limpahkanlah kepada kami kebaikan di dunia, dan kebaikan di akhirat, serta jagalah kami dari azab api neraka".

c.       Dianjurkan setiap kali tiba di Hajar Aswad untuk mencium atau memegangnya, lalu mencium tangan yang digunakan untuk memegang tersebut, atau cukup menggunakan kalimat"Allahu akbar" sebanyak dua kali, atau "Bismillahi allahu akbar" sebanyak tiga kali.

d.      Disunnahkan pada setiap kali tiba di Rukun Yamani untuk menyentuh atau mengusap, tanpa dicium dan tanpa bertakbir. Dan, apabila tidak dapat mengusap, tidak disyariatkan untuk mengusapnya.

e.      Sebagai antisipasi terhadap kesalahan atau ragu dalam hitungan putaran thawaf, maka langkah yang paling utama adalah dengan cara mengambil hitungan yang paling sedikit.

7.       Setelah melakukan thawaf, tutuplah kembali pundak kanan dengan pakaian atas. Kemudian, lakukanlah shalat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim. Shalat tersebut tidak terlalu dipersoalkan, walaupun jaraknya agak jauh darinya (Maqam Ibrahim). Dan, apabila kita mengalami kesulitan mendapatkan tempat atau posisi tepat di belakang Maqam Ibrahim, maka kita boleh shalat di bagian mana saja dari Masjidil Haram. Pada rakaat pertama, kita disunnahkan membaca surat al-Faatihah dan al-Kaafiruun. Sedangkan pada rakaat kedua membaca surat al-Faatihah dan surat al-Ikhlash.

8.       Minumlah air zamzam walau seteguk, kemudian siramkanlah sebagian pada bagian kepala kita.

9.       Cium atau peganglah Hajar Aswad bila sangat memungkinkan.

10.       Kemudian, pergilah ke bukit Shafa untuk melakukan sa'i, dan setibanya di Shafa maka bacalah:

"Sesungguhnya, Shafa dan Marwa itu termasuk dari syiar-syiar Allah".

"Aku memulai dengan sesuatu yang dimulai oleh Allah".

11.       Menghadaplah kearah Ka'bah, lalu bacalah doa berikut:

"Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tidak ada yang berhak disembah, kecuali Allah. Tiada sekutu bagi-Nya. Hanyak milik-Nya segala kerajaan dan pujian. Dzat Yang Maha Menghidupkan, Maha Mematikan, serta Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada yang berhak disembah, kecuali Allah semata yang telah menepati janji-Nya memenangkan hamba-Nya, dan menghancurkan orang-orang bala tentara kafir tanpa bantuan siapa pun".

Doa tersebut dibaca sebanyak tiga kali. Setiap selesai satu kali membacanya, disunnahkan untuk memohon kepada Allah Swt. atas segala sesuatu yang diinginkan.

12.       Setelah itu, berangkatlah menuju Marwa. Saat lewat di antara dua tanda hijau, maka langkah kita harus dipercepat lebih dari biasanya. Setibanya di Marwa, kita harus melakukan seperti yang telah dilakukan di Shafa.

13.       Setelah melakukan sa'i, lakukanlah tahallul atau mencukur rambut kepala secara merata. Khusus bagi wanita, memotong sepanjang ruas jari dari rambut yang telah disatukan. Dengan bertahallul semacam ini, maka kita telah menunaikan ibadah umrah dan diperbolehkan bagi kita segala sesuatu dari mahzhuratil ihram.

14.   Pada tanggal 8 Dzulhijjah merupakan babak kedua untuk melanjutkan rangkaian ibadah haji. Dengan demikian, kita harus mandi dan gunakanlah wewangian pada bagian tubuh serta pakaian ihram.

iklan dari google